Posted by: erve | December 26, 2011

Muntok: Gunung Menumbing Tempat Pengasingan Ir. Soekarno & Drs. Hatta

Pada tahun 1948-1949, Ir. Sokarno & Drs. Hatta diasingkan oleh pemerintah Belanda ke Gunung Menumbing di kota Muntok, Bangka Barat. Wisma atau tempatnya sendiri berada pada puncak gunung dengan ketinggian 355m.

Untuk menuju wisma itu sendiri dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke puncak, melewati jalan berkelok yang hanya muat 1 mobil saja. Di sisi jalan pohon-pohon menjulang dengan batu-batu besar yang berbentuk unik mengantar sampai ke atas. Oh ya, karena di atas cukup dingin, saya sarankan untuk membawa jaket.

Jalan menuju puncak menumbing

Tiba di muka wisma, ada Mas Tejo, ia adalah generasi ke-4 dari buyutnya yang pada saat itu dibawa dari Yogyakarta untuk menjaga Ir. Soekarno & Drs. Hatta. “Jadi sudah amanah dari keraton untuk menjaga wisma ini”. Imbuhnya yang juga salah satu Abdi Dalem di Keraton Yogyakarta.

Pintu depan wisma

Teras samping

Di dalam wisma itu sendiri terdapat ruangan rapat yang lumayan luas, namun kursi dan mejanya saya rasa sudah tidak asli. Kemudian mobil Ford yang pernah digunakan Ir. Soekarno, dan kamar tempatnya bekerja dan tidur.

Mobil Ford yang sempat digunakan Ir. Soekarno

Suasana lembab terasa di dalam ruangan tersebut, bagi yang sering mengunjungi tempat-tempat demikian mungkin sudah biasa dengan aroma dan kelembaban yang tidak biasanya ini. Ketika akan memasuki ruangan kerja & tidur, Mas Tejo memperingatkan & melarang wanita yang sedang haid untuk masuk. Tidak jelas alasannya kenapa, namun saya tidak mau bertanya karena saya sedang tidak. He he.. Di dalamnya semua furnitur dan perlengkapan masih asli kecuali kamar mandi yang sudah direnovasi.

Pajangan di ruang kerja

Furnitur di kamar tidur

Furnitur di ruang kerja

Ranjang Ir. Soekarno & Drs. Hatta

Meja kerja

Foto dinding di ruang kerja

Di teras wisma ada sebuah lonceng tua yang diikat ke sisi tembok, kata Mas Tejo, lonceng itu dahulu biasa dibunyikan untuk memanggil tentara Belanda untuk berkumpul. Dan apabila dibunyikan sekarang, tentara tersebut akan berkumpul kembali. Oh lebih baik memang diikat.

Bel tua

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: